Aku adalah seorang perempuan yang berumur 18 tahun ketika aku duduk dibangku SMA, pada waktu kelas 3 SMA aku sekelas dengan seorang teman laki-laki yang bernama Azrul, dan akupun sendiri bernama Manda. Aku merasakan cinta pada waktu itu kepada azrul dan azrul pun juga demikian kepadaku, sebelumnya kami pun pada waktu kelas 1 SMA juga sekelas, namun pada waktu itu aku hanya suka-suka biasa aja, maklum lah namanya juga anak yang baru remaja, nah pada waktu aku di kelas 1 aku suka bercanda dan ledek-ledekan dengan azrul, dan azrul pun merasakan kebahagiaan juga karna tampak terlihat jelas di wajahnya, saaat kelas 3 dan ternyata aku sekelas lagi dengan dia dan sering ngobrol-ngobrol dengannya, aku merasakan sesuatu yang berbeda, saat dengannya aku merasakan ketenangan yang tak pernah aku dapatkan ketika aku sedang dekat dengan temanku yang lain khususnya adalah cowo. Aku ternyata sayang kepadanya, dan setelah dikorek-korek informasi dari teman-teman yang lain ternyata azrulpun juga suka dan sayang kepadaku.
Memang azrul ini wajahnya tidak begitu tampan dibandingkan dengan teman-teman ku yang cowo diluar sana, namun dia memiliki suatu kharisma tersendiri yang dapat membuatku merasakan hal yang pernah aku rasakan dengan orang lain sebelumnya. Waktu terus berlalu dan semua tawa dan suka pun ikut berlalu sampai azrul pada suatu hari mengatakan sesuatu "Manda, sudah lebih dari 4 bulan kita jalan bareng dan banyak berbagi kisah, aku sayang sama kamu dan akupun tau kalau kamu pun juga sayang sama aku, apakah aku boleh untuk menjadi kekasihmu?" mendengar perkataan itu akupun sedikit terkejut dan bingung harus menjawab apa, karna aku belum boleh untuk berpacaran oleh kedua orangtuaku. Lantas aku pun menjawab dan memberi tahukan tentang masalah ini yg sesungguhnya kepada azrul, seketika azrul diam dan aku bisa merasakan apa yang dia rasakan, nampak dari raut wajahnya dan sorotan matanya kalau dia merasa kecewa.
Selang sehari kemudian akupun menghampirinya saat dia sedang ngobrol dengan teman-temannya, seketika itu juga teman-temannya ngerti dan pada menjauh untuk memberikan waktu kepadaku untuk ngobrol berdua dengan azrul. Aku meminta maaf kepadanya tentang kemarin dan aku menjelaskan kepadanya, kalau aku juga sayang kepadanya dan ingin terus bisa saling berhubungan dan komunikasi berbagi kisah dan cerita, saling mendengarkan keluh kesalku kepadanya, dan azrulpun menyetujui keinginanku tersebut sampai aku telah lulus sekolah dan aku melanjutkan untuk kuliah, namun azrul tak melanjutkan kuliah karna keterbatasan dana, maka dia mencari kerja dan mendaptkan pekerjaan menjadi buruh di salah satu pabrik yang terdapat di Jakarta namun hanya beberapa saat dan belum menetap.
Dua tahun setelah aku lulus SMA akupun berkomunikasi lagi dengan azrul karena kesibukan masing-masing dan keegoisan diriku, akupun berkomunikasi lagi dengan dia lewat facebook, dan sering bbman dengan nya dan kembali sering berbagi cerita bersama. Sampai suatu ketika dia bilang "Manda, aku betul-betul sayang sama kamu dan aku berani datang kerumahmu untuk meminta izin berhubungan denganmu", dan akupun bingung harus menjawab apa, aku hanya bisa bilang "Azrul maaf aku tak berani dengan kedua orang tuaku, akupun juga ingin terus bisa berhubungan dengan kamu, tapi.... tapi aku takut dan merasa gak bisa berbuat apa-apa". mendengar perkataan itu azrul pun mengerti dan coba untuk menjauhi ku, karna dia merasa tak mungkin ada kesempatan untuk bisa terus bersama denganku.
Sampai suatu hari setelah aku lulus kuliah dan orang tuaku menginginkan aku untuk menikah dengan lelaki pilihan mereka, aku tak dapat berkata apa-apa dan tak bisa untuk menolak mereka, karena aku ingin menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Maka akupun meng iya kannya dan menuruti keinginan mereka untuk menikah dengan lelaki pilihan mereka, dia adalah seorang tentara yang bisa dikatakan sudah mapan dan mampu untuk membiayai kebutuhan keluargaku nantinya, namun umurku dengan nya terpaut sangat jauh, yaitu beda 6 tahun dengan calon pilihan orang tuaku yang ingin aku menikah dengan nya. Undanganpun telah dibuat dan disebar, dan aku jujur merasa belum siap untuk menikah, namun karna aku ingin membahagiakan orang tuaku dan tak ingin membuat mereka kecewa maka aku pun melaksanakan pernikahan tersebut. Hari itupun akhirnya datang, kini aku telah resmi menjadi seorang istri dari orang yang tak aku sayang, aku mencoba untuk sayang kepadanya namun tak pernah bisa aku rasakan seperti saat aku sayank kepada azrul.
Tamu-tamu undanganpun berdatangan dan semakin banyak saja, sampai aku melihat azrul dan teman-temannya datang memberi selamat kepadaku yang sebelumnya mereka telah ku undang untuk datang ke acara penikahan ku ini. Aku melihat kesedihan dibalik senyum yang diberikan azrul kepadaku, saat dia dan teman-temannya makan, akupun terus melihat dan memperhatikan azrul, dalam hati aku ingin menangis sekencang-kencangnya karna aku telah mengorbankan perasaanku sendiri untuk kedua orang tuaku, jujur aku sama sekali tak merasakan bahagia, dan kalaupun bahagia hanya ketika teman-temanku datang.
Pernikahanku dengan orang yang tak ku sayang ini kini telah berjalan 7 bulan, namun selama itu pula aku jarang merasakan bahagia, ku akui dia memang selalu memberikan barang-barang apa yang kuinginkan tak perduli harganya, namun semua itu tak bisa menggantikan perasaanku yang telah hancur berkeping-keping dan tak pernah bisa aku menyayanginya sebagaimana aku menyayangi azrul. Seorang tentara pastinya selalu ditugaskan keluar kota, maka tak jarang aku sering merasa kesepian.
Sampai detik ini aku masih berkomunikasi dengan azrul, namun kini dia tak begitu menanggapinya seperti saat aku sedang bersamanya dulu, aku berkeluh kesah kepadanya namun dia hanya berkata "sabar".
Dalam gelapnya malam dan dalam keheningan malam, aku menangis senangis-nangisnya banyak mengeluarkan air mata. Aku menangis karna aku telah mengorbankan perasaan ku untuk mereka, dalam hati aku berkata "ini bukan lah lagi zaman siti nurbaya" namun aku ingin melawan dan menolaknya namun aku tak kuasa untuk melakukan hal tersebut, aku hanya bisa menangis dan menangis ditengah gelapnya malam, terkadang aku berkata kepada Tuhan "ya Tuhan mengapa jalan hidupku seperti ini ? aku menikah dengan orang yang tak aku sayangi, materi bukanlah hal yang penting untuk ku, aku ingin bahagia bersama dengan orang yang selalu dapat membuatku bahagia walaupun dia tak mempunyai apa-apa untuk ku. Ya tuhan andaikan mungkin dulu aku berani dan berjuang bersama-sama dengan azrul untuk mempertahankan cinta ini, mungkin ini tak akan pernah terjadi. Ya Tuhan apakah kedua orang tuaku tak merasakan pederitaanku ini ?, yang nikah itu adalah aku bukan mereka, yang menjalani kehidupan setelah aku nikah itu adalah aku dengan suami pilihanku bukan mereka. Ya Tuhan tolonglah bantu aku, aku ingin kembali dan mengulang ke masa itu". Dalam gelapnya malam aku merintih menangis dan mencoba untuk membohongi perasaanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar