Minggu, 30 Juni 2013

Rintihan dan Tangisan di Malam Hari

Banyak yang mengatakan kalau masa SMA adalah masa-masa paling indah bersama-sama dengan teman dan orang-orang yang dekat dengan kita, dan hal itupun memang benar adanya dan ku alami sendiri. Aku merasakan banyak hal yang indah ketika aku berada dibangku SMA, banyak kenangan manis dan indah yang telah kulalui bersama-sama dengan teman dan orang terdekatku salah satunya adalah ketika ku suka dan sayang terhadap seseorang.

Aku adalah seorang perempuan yang berumur 18 tahun ketika aku duduk dibangku SMA, pada waktu kelas 3 SMA aku sekelas dengan seorang teman laki-laki yang bernama Azrul, dan akupun sendiri bernama Manda. Aku merasakan cinta pada waktu itu kepada azrul dan azrul pun juga demikian kepadaku, sebelumnya kami pun pada waktu kelas 1 SMA juga sekelas, namun pada waktu itu aku hanya suka-suka biasa aja, maklum lah namanya juga anak yang baru remaja, nah pada waktu aku di kelas 1 aku suka bercanda dan ledek-ledekan dengan azrul, dan azrul pun merasakan kebahagiaan juga karna tampak terlihat jelas di wajahnya, saaat kelas 3 dan ternyata aku sekelas lagi dengan dia dan sering ngobrol-ngobrol dengannya, aku merasakan sesuatu yang berbeda, saat dengannya aku merasakan ketenangan yang tak pernah aku dapatkan ketika aku sedang dekat dengan temanku yang lain khususnya adalah cowo. Aku ternyata sayang kepadanya, dan setelah dikorek-korek informasi dari teman-teman yang lain ternyata azrulpun juga suka dan sayang kepadaku.

Memang azrul ini wajahnya tidak begitu tampan dibandingkan dengan teman-teman ku yang cowo diluar sana, namun dia memiliki suatu kharisma tersendiri yang dapat membuatku merasakan hal yang pernah aku rasakan dengan orang lain sebelumnya. Waktu terus berlalu dan semua tawa dan suka pun ikut berlalu sampai azrul pada suatu hari mengatakan sesuatu "Manda, sudah lebih dari 4 bulan kita jalan bareng dan banyak berbagi kisah, aku sayang sama kamu dan akupun tau kalau kamu pun juga sayang sama aku, apakah aku boleh untuk menjadi kekasihmu?" mendengar perkataan itu akupun sedikit terkejut dan bingung harus menjawab apa, karna aku belum boleh untuk berpacaran oleh kedua orangtuaku. Lantas aku pun menjawab dan memberi tahukan tentang masalah ini yg sesungguhnya kepada azrul, seketika azrul diam dan aku bisa merasakan apa yang dia rasakan, nampak dari raut wajahnya dan sorotan matanya kalau dia merasa kecewa.

Selang sehari kemudian akupun menghampirinya saat dia sedang ngobrol dengan teman-temannya, seketika itu juga teman-temannya ngerti dan pada menjauh untuk memberikan waktu kepadaku untuk ngobrol berdua dengan azrul. Aku meminta maaf kepadanya tentang kemarin dan aku menjelaskan kepadanya, kalau aku juga sayang kepadanya dan ingin terus bisa saling berhubungan dan komunikasi berbagi kisah dan cerita, saling mendengarkan keluh kesalku kepadanya, dan azrulpun menyetujui keinginanku tersebut sampai aku telah lulus sekolah dan aku melanjutkan untuk kuliah, namun azrul tak melanjutkan kuliah karna keterbatasan dana, maka dia mencari kerja dan mendaptkan pekerjaan menjadi buruh di salah satu pabrik yang terdapat di Jakarta namun hanya beberapa saat dan belum menetap.

Dua tahun setelah aku lulus SMA akupun berkomunikasi lagi dengan azrul karena kesibukan masing-masing dan keegoisan diriku, akupun berkomunikasi lagi dengan dia lewat facebook, dan sering bbman dengan nya dan kembali sering berbagi cerita bersama. Sampai suatu ketika dia bilang "Manda, aku betul-betul sayang sama kamu dan aku berani datang kerumahmu untuk meminta izin berhubungan denganmu", dan akupun bingung harus menjawab apa, aku hanya bisa bilang "Azrul maaf aku tak berani dengan kedua orang tuaku, akupun juga ingin terus bisa berhubungan dengan kamu, tapi.... tapi aku takut dan merasa gak bisa berbuat apa-apa". mendengar perkataan itu azrul pun mengerti dan coba untuk menjauhi ku, karna dia merasa tak mungkin ada kesempatan untuk bisa terus bersama denganku.

Sampai suatu hari setelah aku lulus kuliah dan orang tuaku menginginkan aku untuk menikah dengan lelaki pilihan mereka, aku tak dapat berkata apa-apa dan tak bisa untuk menolak mereka, karena aku ingin menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Maka akupun meng iya kannya dan menuruti keinginan mereka untuk menikah dengan lelaki pilihan mereka, dia adalah seorang tentara yang bisa dikatakan sudah mapan dan mampu untuk membiayai kebutuhan keluargaku nantinya, namun umurku dengan nya terpaut sangat jauh, yaitu beda 6 tahun dengan calon pilihan orang tuaku yang ingin aku menikah dengan nya. Undanganpun telah dibuat dan disebar, dan aku jujur merasa belum siap untuk menikah, namun karna aku ingin membahagiakan orang tuaku dan tak ingin membuat mereka kecewa maka aku pun melaksanakan pernikahan tersebut. Hari itupun akhirnya datang, kini aku telah resmi menjadi seorang istri dari orang yang tak aku sayang, aku mencoba untuk sayang kepadanya namun tak pernah bisa aku rasakan seperti saat aku sayank kepada azrul.

Tamu-tamu undanganpun berdatangan dan semakin banyak saja, sampai aku melihat azrul dan teman-temannya datang memberi selamat kepadaku yang sebelumnya mereka telah ku undang untuk datang ke acara penikahan ku ini. Aku melihat kesedihan dibalik senyum yang diberikan azrul kepadaku, saat dia dan teman-temannya makan, akupun terus melihat dan memperhatikan azrul, dalam hati aku ingin menangis sekencang-kencangnya karna aku telah mengorbankan perasaanku sendiri untuk kedua orang tuaku, jujur aku sama sekali tak merasakan bahagia, dan kalaupun bahagia hanya ketika teman-temanku datang.
Pernikahanku dengan orang yang tak ku sayang ini kini telah berjalan 7 bulan, namun selama itu pula aku jarang merasakan bahagia, ku akui dia memang selalu memberikan barang-barang apa yang kuinginkan tak perduli harganya, namun semua itu tak bisa menggantikan perasaanku yang telah hancur berkeping-keping dan tak pernah bisa aku menyayanginya sebagaimana aku menyayangi azrul. Seorang tentara pastinya selalu ditugaskan keluar kota, maka tak jarang aku sering merasa kesepian.

Sampai detik ini aku masih berkomunikasi dengan azrul, namun kini dia tak begitu menanggapinya seperti saat aku sedang bersamanya dulu, aku berkeluh kesah kepadanya namun dia hanya berkata "sabar".
Dalam gelapnya malam dan dalam keheningan malam, aku menangis senangis-nangisnya banyak mengeluarkan air mata. Aku menangis karna aku telah mengorbankan perasaan ku untuk mereka, dalam hati aku berkata "ini bukan lah lagi zaman siti nurbaya" namun aku ingin melawan dan menolaknya namun aku tak kuasa untuk melakukan hal tersebut, aku hanya bisa menangis dan menangis ditengah gelapnya malam, terkadang aku berkata kepada Tuhan "ya Tuhan mengapa jalan hidupku seperti ini ? aku menikah dengan orang yang tak aku sayangi, materi bukanlah hal yang penting untuk ku, aku ingin bahagia bersama dengan orang yang selalu dapat membuatku bahagia walaupun dia tak mempunyai apa-apa untuk ku. Ya tuhan andaikan mungkin dulu aku berani dan berjuang bersama-sama dengan azrul untuk mempertahankan cinta ini, mungkin ini tak akan pernah terjadi. Ya Tuhan apakah kedua orang tuaku tak merasakan pederitaanku ini ?, yang nikah itu adalah aku bukan mereka, yang menjalani kehidupan setelah aku nikah itu adalah aku dengan suami pilihanku bukan mereka. Ya Tuhan tolonglah bantu aku, aku ingin kembali dan mengulang ke masa itu". Dalam gelapnya malam aku merintih menangis dan mencoba untuk membohongi perasaanku.

Senin, 24 Juni 2013

Aku Adalah Musuhku

Hari libur merupakan hari untuk bermalas-malasan untuk ku, kegiatanku saat itu adalah tidur, makan, lalu tidur lagi sampai aku tak sadar kalau karna hal itu sudah banyak kegiatan penting yang aku tiggalkan, kesempatan banyak yang ku sia-siakan hanya karna aku menuruti hawa nafsu ku untuk terus bermalas-malasan. Terkadang akupun sudah tau dampak dan akibat atas perbuatan malas yang aku perbuat tersebut, tapi aku tak memperdulikannya dan terus menikmati semua itu walau telah banyak kesempatan yang telah aku abaikan, aku hanya mementingkan diri sendiri dan keegoisan diri tanpa mementingkan keadaan sekitar ataupun orang disekitarnya. Tak jarang aku juga sering menyakiti perasaan oang lain hanya karna aku mengikuti hawa nafsu ku tersebut, orang tuaku yang membangunkan ku untuk mengajak makan saja aku sering lawan dan tak memperdulikan mereka karna aku masih ingin bermalas-malasan.

Tak jarang aku suka menyakiti perasaan orang lain yang tak aku sadari, terkadang saat aku telah membuat janji kepada sesorang, aku seketika pun membatalkannya hanya karna aku merasa capek atau malas untuk keluar, untuk membuat dia tidak begtu kesal denganku saat itu juga aku meminta maaf kepadanya dengan alasan yang lain supaya dia dapat memakluminya, sebenarnya aku hanya malas keluar, dan itulah jawaban yang sesungguhnya. Tak jarang pula aku melewatkan kesempatan baik atau rejeki hanya karna aku merasa ngantuk, aku pernah mendapatkan panggilan dari sebuah perusahaan untuk menawarkan kerja denganku, tapi karna aku mengikuti hawa nafsuku untuk tidur karna aku merasa sangat ngantu, maka aku tidur dan meninggalkan kesempatan tersebut, begitu aku terbangun aku merasa menyesal.
Dalam lingkungan sehari-haripun aku secara tak sadar telah banyak menyakiti perasaan orang lain. Saat sedang bersama-sama dengan seorang teman atau seseorang yang sedang dekat denganku, ketika dia menginginkan sesuatu setelah kesepakatan bersama-sama dengan yang lainnya namun tak sesuai dengan keinginanku, maka akupun merasa jengkel dan kesal kepada dia dan bersikap jutek dan membuat oranglain berfikir aku itu seperti anak kecil yang harus diturutin kemauannya.

Sejatinya aku tau apa yang telah aku lakukan, dampak dan akibatya aku telah tau, namun sulit bagiku untuk melawan rasa keinginan dalam diriku sendiri, amat sangat sulit menahan semua hawa nafsu ini. Aku ingin melawannya dan menghilangkannya, tapi lagi lagi aku selalu gagal, pernah ada seseorang yang amat sangat baik kepada ku, dan dia amat sangat sabar menghadapi aku, dan berusaha mengingatkanku untuk tidak seperti itu dan memberikan contoh untuk ku bagaimana caranya untuk dapat melawan hal tersebut, namun lagi lagi karna hawa nafsu ini akhirnya akupun membenci dan menyuruhnya untuk pergi. Tak jarang karna aku yang salah dan bukan dia yang salah tapi aku justru memarahinya. “Hawa nafsu” ini menggangguku, aku ingin keluar dari ini semua, aku inigin melawannya, aku ingin melawan hawa nafsu dari marahku, aku ingin melawan hawa nafsu dari keinginan-keinginan ku yang bersifat merugikan ku, aku ingin melawan semua hawa nafsuku ini. Tuhan tolonglah hambamu ini, aku ingin berubah, telah banyak kusia-siakan semua yang telah datang kepadaku hanya karna aku menuruti hawa nafsuku. Tuhan datangkanlah sesuatu untuk ku yang dapat membuatku berfikir dan berubah. “Aku adalah musuh terbesarku”

Senin, 17 Juni 2013

Tak Tampak tapi Ada

Mencintaimu itu adalah anugrah terindah untuk ku yang diberkan Tuhan, dan sebisa mungkin aku akan selalu menjaganya dan memupuknya sampai kapanpun karna aku hanya bisa mencintai satu orang wanita tak lebih. Denganmu ku rasakan banyak hal yang indah, denganmu ku lalui waktu-waktu ku dengan penuh kebahagiaan, denganmu ku banyak belajar tentang kehidupan, kita saling belajar satu sama lainnya, ketika kau tak tau, aku yang memberitahukanmu, dan ketika ku tak tau, kaulah yang memberitahukanku. Senyum mu adalah kekuatan untuk ku untuk bisa melalui hari-hariku yang cukup keras di tengah hiruk pikuk kehidupan di kota besar seperti Jakarta. Tawa, canda dan kebahagiaanmu adalah tujuan hidupku, aku akan melakukan hal apapun untuk dapat membuatmu tertawa lepas melupakan sejenak semua masalah-masalah yang sedang kau alalmi, aku akan selalu ada untukmu dimanapun engkau berada dan kapanpun engkau inginkan.
Mencintai dan memilikimu adalah kado terindah yang diberikan Tuhan untukku, engkaulah matahariku yang selalu menyinari hari-hariku, engkaulau sang bulan yang menuntun memberikan cahayanya kepadaku untuk menerangi setiap langkahku di tengah gelapnya malam. Aku mencintaimu melebihi aku mencintai diriku sendiri. Semua akan kulakukan hanya untuk membuatmu bahagia.
Aku sadar siapa aku ini, aku tak memperdulikan orang lain berkata apa kepadaku, yang aku pedulikan adalah bagaimana caraku untuk selalu menunjukan cintaku kepadamu, aku tak akan biarkan orang lain menyakitimu, tak akan pernah aku biarkan engkau menangis, air matamu sangat berharga dibanding diri ini.
Aku hanyalah makhluk yang tidak bermateri, dipandang sebelah mata tak punya reputasi oleh sebagian orang, namun hal itu bukan lah penghambat bagiku untuk mencapai kesuksesanku dimasa yang akan datang, akan kubuktikan bahwa aku mampu dan bisa, akan kubuat orang yang berfikiran seperti itu menjadi diam seribu bahasa ketika melihatku telah berhasil membuktikan kepada mereka. Aku berjanji bahwa aku akan selalu membuatmu bahagia bagaimanapun caranya.
Jarak dan waktu tak mampu menghentikan langkah kaki ini untuk slalu ada dan slalu berusaha untuk membahagiakan mu, kusadari aku semakin jauh darimu karna kesibukanku yang harus kulakukan setiap harinya di perusahaan yang terdapat di daerah jakarta, walaupun aku tak terlihat olehmu untuk selalu bisa menjaga dan menuntunmu menemani setiap langkahmu, sesungguhnya aku adalah selalu dekat denganmu. Kemanapun kau pergi dan melangkahkan kakimu disetiap tempat, aku selalu ada didekatmu. Doaku yang akan selalu memelukmu yang membuat kau merasa tak sendiri. Ketika kau ada dipersimpangan jalan dan kau tak tau harus mengambil jalan mana, maka aku ada disitu sebagai penunjuk jalanmu. Ketika malam dingin yang mencekam dan kau merasa sendiri, maka disitulah aku menjadi bulan dan bintang-bintang malam yang menghiasi malm mu agar kau bahagia. Ketika malam sepi membuatmu merasa jenuh diruanganmu maka aku ada disitu menjadi bonekamu yang sanggup mendengarkan keluh kesahmu dan berbagi cerita. Ketika kau merasa tak nyaman dengan suatu keadaan dan takut karenanya, sesungguhnya aku ada di hatimu yang membuatmu berani melangkah kedepan menghadang semua cobaan yang menghadapi. Ketika sembahyangmu merasa begitu sepi dan engkau mencoba untuk mengaji membaca Al-qur'an, sesungguhnya akulah ayat-ayat itu yang sedang menemani sembahyang dan ngajimu. Ketika kau merasa tak sanggup menghadapi semua cobaan yang kau hadapi, disitulah sesungguhnya aku sedang menjadi cobaan yang sedang kau hadapi itu untuk selalu menemanimu dan menjadikan mu lebih kuat lagi. Ketika tak ada satu orangpun yang mau mendengarkanmu, sesungguhnya akulah yang hadir untuk mendengarkan semuanya sebagai angin yang selalu berhembus bersama dengan nafasmu. Ketika kau takut untuk berjalan mengambil keputusan, sesungguhnya aku selalu ada dan hadir untuk membantumu melangkah dan mengambil keputusan dengan menjadi alas kakimu. Aku akan selalu ada kemanapun dan dimanapun kau berada, kau hanya perlu percaya padaku dan merasakannya. Aku tak akan pernah membiarkanmu merasa sendiri walaupun jiwaku tak mampu untuk selalu hadir menemani setiap langkahmu, namun sesungguhnya aku selalu ada didekatmu menemanimu, mendampingimu, menuntunmu, dan selalu memlukmu dengan semua doa- doa yang selalu kupanjatkan setiap malamnya. Aku tak tampak olehmu bukan berarti aku tak ada dan membiarkanmu sendiri dalam setiap langkah kakimu, sesungguhnya aku ada didekatmua walau aku tak tampak. Ku titipkan selalu do'a ku untukmu bersama semua air mata yang pernah mengalir membasahi pipiku.