Sabtu, 07 April 2012
Jangan Lihat Sesuatu Dari Luarnya Saja
Apa yang engkau lihat baik dan bagus itu belum tentu itu adalah yang terbaik untukmu, apa yang kini telah engkau miliki sesungguhnya itu adalah yang terbaik untukmu, bersyukurlah atas apapun yang saat ini telah engkau miliki mulai dari materi, pasangan, maupun apapun yang kini telah engkau miliki, sesungguhnya barangsiapa yang bersyukur kepada Allah maka akan ditambahnya namun jika kita kufur maka siksa Allah sangat pedih. Tak bisa dipungkiri jika diluar sana memang bannyak sesuatu yang dapat menyilaukan mata dan kita ingin memilikinya, tapi apakah jika engkau telah memilikinya engkau akan benar-benar merasa bahagia ? bisa saja justru itu adalah sesuatu yang nantinya akan membuatmu menderita. Bersyukurlah atas apa yang kini telah engkau miliki karena itu adalah yang terbaik untukmu karena pada dasarnya Allah swt tak akan memberikan sesuatu yang tidak baik untuk kita pastinya itu adalah yang terbaik untuk kita.
Manusia kebanyakan melihat segala sesuatunya itu dari luarnya saja, banyak diluar sana yang terlihat dari luar buruk justru sebenarnya dia adalah orang yang paling baik dan pintar yang tidak dapat dimiliki oleh oranglain.
Apakah jika kita berfikir orang yang kita lihat itu bagus atau baik dia juga memiliki sesuatu yang baik juga ? apakah anda selalu memperhatikan setiap detiknya apa yang orang tersebut lakukan sehingga memberikan fikiran kepada anda bahwa orang itu sungguh baik atau bagus memiliki penampilan yang menawan ?
Manusia memang diciptakan memiliki sifat yang namannya "tidak pernah puas", pasti manusia akan menginginkan ini itu walaupun dia telah mendapatkan apa yang diinginkannya tersebut, sudah punya satu dia menginginkan untuk memiliki dua atau bahkan yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya dia miliki. Apakah engkau sadar jika segala sesuatunya didunia ini tidak ada yang sempurna, jika engkau menginginkan sesuatu karena "aku ingin yang lebih baik lagi", yang ada stres lah yang akan didapatkan karena merasa selalu mendaptkan yang tidak baik dan menginginkan untuk selalu memiliki yang lebih. Namun hal ini dapat dicegah dengan suatu sifat yang bernama "SYUKUR dan IKHLAS". Dengan syukur kita dapat merasa jika yang kita miliki ini adalah yang terbaik dan jika dirawat maka akan menjadi yang terbaik, karena sifat syukur ini memberikan suatu fikiran positif. Sedangkan sifat ikhlas akan memberikan kita suatu ketenenangan, karena segala sesuatunya itu sudah diperhitungkan dan sudah mempunyai batasan-batasannya. Jika kedua sifat ini digabungkan maka insya allah sifat kurang baik itu bisa dikurangkan.
Apa yang Dibanggakan ?
Apa yang ada di dunia ini semuanya adalah milik-Nya, mobil, motor, rumah mewah, jabatan, bahkan sesungguhnya diri kita pribadi adalah milik-nya, semua yang kita miliki didunia ini adalah milik-Nya dan akan kembali pada-Nya, harta yang kita miliki saat ini itu semua adalah cobaan dan itu semua tak akan selamanya dirasakan. Jadi kapanpun jika Allah ingin memintanya kembali kita harus siap dan ikhlas.
Apa yang engkau banggakan dari semua ini jika pada akhirnya semua itu hanya akan sia-sia kecuali amal kebaikan yang tak akan pernah sia-sia ?
Bagaimanakah bila semua yang engkau miliki saat ini semua itu akan pergi hilang meninggalkan dirimu ?
Bagaimanakah jika penampilan fisik yang engkau miliki saat ini dicabut olehnya atau digantikan dengan yang lebih buruk ? masihkah engkau akan merasa seperti dulu yang merasa dapat memiliki segalanya dengan penampilan tersebut ? apakah masih ada orang-orang yang akan selalu setia menemanimu seperti sekarang ini saat semua penampilan itu dicabut ?
Bagaimanakah jika harta yang engkau miliki saat ini semua itu akan di tarik oleh-Nya ? masihkah engkau akan merasa sombong ? masihkah engkau tak memperdulikan perasaan orang lain ?
Bagaimanakah jika hatimu dicabut atau dimatikan oleh-Nya ? masihkah engkau bisa tertawa dan menangis ? masihkah engkau bisa menghina orang lain ?
Bagaimanakah bila waktu telah terhenti ?
Bagaimanakah bila tak ada lagi yang dapat menolongmu disaat angkau merasakan kesusahan ?
Bagaimanakah engkau merasa bangga akan dunia yang sementara ?
Dunia dipenuhi dengan hiasan, tapi itu semua akan sirna dan hilang pada waktunya. Semua akan terlambat jika waktunya telah tiba. Bukalah hatimu dari sekarang dan rasakan apa yang selama ini engkau abaikan, bukalah matamu dan mulailah melihat dan merasakan apa yang orang lain rsakan.
Kisah Seorang Pengemis
Alkisah, tersebutlah sepasang suami istri yang tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan. Mereka hidup dengan berkecukupan. Tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk oleh seorang pengemis. Sang istri ingin memberinya makanan, akan tetapi suaminya kemudian menghardik dan mengusir pengemis itu.
Tidak berapa lama kemudian, usaha si suami mengalami kebangkrutan. Kekayaannya sirna. Selain itu, Karena perangainya yang buruk, ia juga bercerai dengan istrinya. Sang wanita kemudian menikah lagi dengan seorang pria yang baik perangainya lagi hidup berkecukupan.
Suatu ketika, wanita itu tengah bersiap menikmati hidangan ayam panggang di meja makan bersama suami barunya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk oleh seorang pengemis.
“Tolong berikan makanan kita kepadanya,” pinta si pria kepada istrinya.
Wanita itu mematuhi kata suaminya.
Ketika kembali, wanita itu menangis tersedu-sedu.
“Apa yang membuatmu menangis?” tanya suaminya.
“Pengemis tadi ternyata adalah suamiku. Dahulu, kami juga pernah didatangi oleh pengemis ketika tengah menikmati hidangan, lalu ia menghardik dan mengusir pengemis itu. Sekarang, ternyata ia justru menjadi pengemis.”
Suaminya berkata lembut, “Tahukah engkau, pengemis yang dulu diusirnya itu adalah aku.”
…
Sumber kisah: al-Mustathraf fi Kull[i] Fann Mustazhraf, vol. I, hlm. 27.
*******
Allah `Azza wa Jalla berfirman:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، تُولِجُ اللَّيْلَ فِي الْنَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الَمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).” [QS Āli `Imrān/3: 26-27.]
dikutip dari : http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2012/03/kisah-seorang-pengemis.html
Langganan:
Komentar (Atom)