Hari libur merupakan hari untuk bermalas-malasan
untuk ku, kegiatanku saat itu adalah tidur, makan, lalu tidur lagi sampai aku
tak sadar kalau karna hal itu sudah banyak kegiatan penting yang aku tiggalkan,
kesempatan banyak yang ku sia-siakan hanya karna aku menuruti hawa nafsu ku
untuk terus bermalas-malasan. Terkadang akupun sudah tau dampak dan akibat atas
perbuatan malas yang aku perbuat tersebut, tapi aku tak memperdulikannya dan
terus menikmati semua itu walau telah banyak kesempatan yang telah aku abaikan,
aku hanya mementingkan diri sendiri dan keegoisan diri tanpa mementingkan
keadaan sekitar ataupun orang disekitarnya. Tak jarang aku juga sering
menyakiti perasaan oang lain hanya karna aku mengikuti hawa nafsu ku tersebut, orang
tuaku yang membangunkan ku untuk mengajak makan saja aku sering lawan dan tak
memperdulikan mereka karna aku masih ingin bermalas-malasan.
Tak jarang aku suka menyakiti perasaan orang lain
yang tak aku sadari, terkadang saat aku telah membuat janji kepada sesorang,
aku seketika pun membatalkannya hanya karna aku merasa capek atau malas untuk
keluar, untuk membuat dia tidak begtu kesal denganku saat itu juga aku meminta
maaf kepadanya dengan alasan yang lain supaya dia dapat memakluminya,
sebenarnya aku hanya malas keluar, dan itulah jawaban yang sesungguhnya. Tak
jarang pula aku melewatkan kesempatan baik atau rejeki hanya karna aku merasa
ngantuk, aku pernah mendapatkan panggilan dari sebuah perusahaan untuk
menawarkan kerja denganku, tapi karna aku mengikuti hawa nafsuku untuk tidur
karna aku merasa sangat ngantu, maka aku tidur dan meninggalkan kesempatan
tersebut, begitu aku terbangun aku merasa menyesal.
Dalam lingkungan sehari-haripun aku secara tak sadar
telah banyak menyakiti perasaan orang lain. Saat sedang bersama-sama dengan
seorang teman atau seseorang yang sedang dekat denganku, ketika dia
menginginkan sesuatu setelah kesepakatan bersama-sama dengan yang lainnya namun
tak sesuai dengan keinginanku, maka akupun merasa jengkel dan kesal kepada dia
dan bersikap jutek dan membuat oranglain berfikir aku itu seperti anak kecil
yang harus diturutin kemauannya.
Sejatinya aku tau apa yang telah aku lakukan, dampak
dan akibatya aku telah tau, namun sulit bagiku untuk melawan rasa keinginan
dalam diriku sendiri, amat sangat sulit menahan semua hawa nafsu ini. Aku ingin
melawannya dan menghilangkannya, tapi lagi lagi aku selalu gagal, pernah ada
seseorang yang amat sangat baik kepada ku, dan dia amat sangat sabar menghadapi
aku, dan berusaha mengingatkanku untuk tidak seperti itu dan memberikan contoh
untuk ku bagaimana caranya untuk dapat melawan hal tersebut, namun lagi lagi
karna hawa nafsu ini akhirnya akupun membenci dan menyuruhnya untuk pergi. Tak
jarang karna aku yang salah dan bukan dia yang salah tapi aku justru
memarahinya. “Hawa nafsu” ini menggangguku, aku ingin keluar dari ini semua,
aku inigin melawannya, aku ingin melawan hawa nafsu dari marahku, aku ingin
melawan hawa nafsu dari keinginan-keinginan ku yang bersifat merugikan ku, aku
ingin melawan semua hawa nafsuku ini. Tuhan tolonglah hambamu ini, aku ingin
berubah, telah banyak kusia-siakan semua yang telah datang kepadaku hanya karna
aku menuruti hawa nafsuku. Tuhan datangkanlah sesuatu untuk ku yang dapat membuatku
berfikir dan berubah. “Aku adalah musuh terbesarku”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar