Apa yang dilakukan hari ini akan menghasilkan di esok harinya, mungkin kata yang tepat adalah hubungan sebab akibat, jika melakukan ini maka hasilnya akan seperti itu. Ato istilah yang mungkin keren saat ini adalah "karma", tapi itu adalah kata yang kasar, halusnya adalah "Tanam Tuai". Terkadang saat ingin melakukan sesuatu selalu aja terlintas "kalo ngelakuin ini ntar hasilnya ini", bahkan sudah tau jika hasilnya itu jelek tp mash aja tetep dilakukan, ya namanya juga manusia pasti adalah rasa egois dan rasa ingin mendapatkan apa yang diinginkan walaupun hasilnya nanti jelek. Manusia hidup didunia ini tidak sendiri, mereka saling membutuhkan satu sama lainnya, saat sedang berhubungan dengan orang lain atau berinteraksi dengan orang lain adakalanya manusia itu tak sadar jika ucapan atau perbuatannya itu suka menyakiti perasaan orang lain, terlebih saat mereka sedang marah atau emosi, yang ada dikepala adalah bagaimana caranya untuk bisa meluapkan emosi itu dari dalam tubuh sehingga bisa membuat plong lagi setelah emosi. Namun tak semua orang seperti itu, ada pula yang ketika emosi dia hanya diam saja tak memperdulikan orang sekitarnya tapi tetap aja sama-sama ikutin emosi juga yang ujung-ujungnya nanti cuman nyesel. banyak orang yang berkata ketika mereka sedang emosi kepada orng lain dan meluapkan emosi tersebut kepada orang itu berkata "looh kenapa bisa nyesel klo ikutin emosi ? saya merasa fine-fine aja kok malah lebih plong". Banyak orang yang tak sadar ketika mereka emosi atau marah kpda orang lain dan meluapkan kemarahannya kepada orang tersebut, sesunghnya dia telah membuat kesalahan dan telah menyakiti perasaan orang tersebut dan membuang waktu percuma. ambil contoh saja dengan orang yang berpacaran yang malam harinya ingin pergi keluar untuk makan malam bersama, ketika salah satu dari mereka itu marah atau sedang kesal terhadap pasangannya karna satu kasus seperti, si wanita menghubungi si pria tapi ternyata tidak juga diangkat-angkat oleh pria tersebut sampe berkali-kali. sang pria pun jg tak ada kabarnya, maka si wanita inipun akhirnya marah kepada si pria ketika si pria membeikan kabar kepadanya. Si wanita lantas mengomel-omelinya bahkan itu nama hewan yang ada di kebun binatang keluar semua, namun si pria ini mencoba untuk memberikan alasannya knpa tadi seperti itu, namun si wanita tak mau tau dan tetap marah kepada sang pria ini. Lantas pria inipun meminta maaf karna emang dia udah buat sang wanita marah walaupun sebenarnya masalahnya hanya kecil dan kronologinyapun jelas. Karna si wanita ini terbawa emosi oleh amarahnya dan mengikuti emosi tersebut, maka akhirnya si wanitapun membatalkan acara perginya dimalm hari bersama pacarnya ini.
Keesokan harinya si pria ini mencoba untuk mengabarinya dan menanyakan "apakah kamu mash marah sma aku ?" si wanita pun menjawab "aku udah mendingan kok". selang beberapa saat mereka berkomunikasi, si pria menjelaskan sesuatu kepada wanitanya bahwa sebenarnya jika tadi malam kita jadi pergi makan bersama, aku udah menyiapkan sesuatu untuk kamu, aku telah meyewa tempat itu untuk satu malm hany untuk kita berdua agar terasa lebih romantis, dan aku juga telah membawakan bunga mawar putih kesukaan kamu beserta makanan kesukaan kamu, aku minta sama pemilik tempat makan untuk mendekornya yang bagus agar terlihat romantis, namun semua itu jadi sia-sia karna kamu membatalkan dengan lantang dan tegas acara makan malam kita. Lantas si wanita itu pun menangis dan menyesal karna udah marah-marah dan gak mau memperdulikan perkataan si pria. Kini yang ada pada si wanita adalah penyesalan, jika ia tidak mengikuti emosinya maka malam itu akan jadi malam yang paling indah.
Emosi atau rasa marah hanya akan membuat orang merasa bersalah, jika orang tersebut berfikir dan menyadari kesalahannya. Masih banyak dikehidupan sehari-hari yang karna mengikuti emosinya maka ujung-ujungnya cuman nyesel. Selain itu emosi pun cuman bisa membuat orang merasa lebih cape.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar