Semua yang terjadi didunia ini tidaklah hanya kebetulan tapi semua itu sudah ada yang atur, apapun kejadainnya sudah direncanakan oleh sang maha kuasa, apa yang kau punya dan kau dapat saat ini belum tentu itu dapat membuatmu bahagia.
Aku bangga akan segala sesuatu yang aku punya saat ini, kehidupan uang aku alami saat ini membuatku merasakan bahagia, aku kuliah dan sambil berjualan online, dan daganganku ini saat ini sedang banyak diminati oleh orang-orang dan aku bangga karena aku memiliki tubuh yang sempurna dan wajah yang tidak jelek, setiap orang yang aku suka dapat aku taklukkan hatinya dan setiap keinginan dapat aku miliki dengan mudah karena ekonomiku yang bagus. aku sungguh merasa bahagia dan tak ingin kebahagiaan ini hilang, sampai aku tak sadar bahwa sesngguhnya aku telah banyak menyakiti dan melukai perasaan orang lain karena hal tersebut, aku tak memperdulikan mereka semua sampai mereka semua pergi, tooh aku masih memiliki semua ini kekayaan dan kesempurnaan tubuh, sampai suatu saat terjadi hal-hal yang membuatku semakin lama semakin merasakan sulit, semakin berat beban yang kurasakan. Daganganku ditipu oleh orang kepercayaanku sendiri, barang-barang yang kumiliki tak lama semakin berkurang karena ada yang kecopetan dan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan aku mengalami kecelakaan yang membuat ku tak seperti dulu lagi sampai hal itu terjadi, aku sungguh-sungguh tak punya apa-apa lagi, semua teman yang dulu selalu ada untukku kini telah pergi karena tingkah dan kealkuan ku sendiri, aku tak pernah memperdulikan perasaan orang lain dan kini aku merasakan orang lain benar-benar tak memperdulikan aku, semua kini telah pergi meninggalkan aku, aku hanya memiliki orangtua yang sakit-sakitan dirumah sehingga aku tak ingin kembali kerumah dalam keadaan seperti ini, aku tak punya siapa-siapa lagi. Aku teringat pesan yang dikatakan seorang teman kepadaku "apa yang kau dapatkan dan rasakan nanti adalah karena kelakuan dan perbuatnmu di masa-masa sebelumnya" dan kini hal itu benar-benar kualami. Aku baru merasakan seperti orang-orang yang dulu sering aku kecewakan, sakiti, dan bohongi rasakan. Saat itu aku tak pernah berfikir tentang perasaan orang lain hanya bersenang-senanglah yang aku pikirkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar