Senin, 14 November 2011
Dengarkanlah Suara Hati Bukan Ego Dan Emosi
"Suara hati adalah suara Tuhan" begitulah mungkin yang bisa di ungkapkan atau dijabarkan dalam kehidupan sehari. Mengapa demikian ? karena terkadang saat kita melakukan suatu perbuatan yang tidak baik yang bertentangan dengan keinginan kita terlebih bertentangan dengan keinginan Sang Khalik pasti hati akan terasa tidak enak, tidak karuan rasanya saat melakukan perbuatan tersebut, ada yang merasakan ketakutan, adapula yang merasakan tidak enak untuk melakukan aktifitas lainnya setelah melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hati tersebut. Banyak diantara kita yang tidak mempedulikan suara dari hati tersebut, mereka tetap melakukan perbuatan itu walaupun mereka sudah tahu dampaknya apabila dilakukan akan tidak baik, terlebih kepada hati. Apabila hal ini terus berulang-ulang terjadi pada hati manusia, bisa saja hati itu akan mati tidak akan lagi mempan terhadap sifat-sifat baik seperti sifat empati, berbelas kasihan dan lain sebagainya.Di dalam tubuh kita terdapat nafsu dan ego dan kedua hal inilah yang dapat membuat hati menjadi tetap damai atau hati malah justru menjadi mati. Sifat ego dan nafsu mungkin tidak dapat dipisahkan lagi, karena apabila seseorang sudah terperdaya oleh nafsunya maka egonya pun akan menjadi tinggi hingga tak memperhatikan oranglain yang menderita akibat ego tersebut. Banyak orang yang hanya memikirkan egonya sendiri dan tidak memperdulikan suara hatinya yang berakibat penyesalan pada lain waktu, mereka hanya memperdulikan keinginannya sendiri tidak melihat keadaan orang-orang disekitarnya yang karena egonya tersebut bisa membuat sesorang menjadi sakit hati, kecewa, marah atau lain sebagainya, ya mungkin orang tersebut tidak mengetahui akan hal itu, bisa saja dia merasakan hal semacam sakit hati, kecewa, kesal atau lain sebagainya karena ego dari seseorang apabila dia sudah merasakannya sendiri dirinya dilakukan seperti itu. Perasaan menyesal akan terjadi apabila orang tersebut berfikir dan merasakan perbedaan dari dampak apa yang sudah dia lakukan, mungkin bagi sebagian orang bisa menganggap mudah saja kalau sudah terjadi hal seperti itu, tinggal bilang saja "maaf ya tadi saya telah seperti itu" tapi apakah orang yang menerima atau mengalami kejadian sakit hati, kecewa, marah atau lain sebagainya bisa dengan mudah langsung memaafkan orang tersebut ?, tidak semua orang dapat langsung memaafkan hal tersebut bahkan ada yang sampai tidak ingin memaafkan hal tersebut. Memang betul mungkin salah satu dari penyebab hal ini terjadi adalah karena sikap gengsi atau karena malu, tapi segala sesuatunya mempunyai kadar ukurannya masing-masing dimana segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Mulailah untuk melihat keadaan orang-orang disekitar, yang tanpa mereka kita tidak mungkin bisa menjadi seperti ini, dengarkanlah suara hati dalam menentukan suatu tindakan bukan mendengarkan ego atau emosi.