Senin, 12 September 2011

Jangan Paksa Aku


Aku adalah aku yang beserta kekurangannya, aku mencoba untuk menjadi yang terbaik untuk semua walaupun mungkin tak semua itu bisa kupersembahkan untuk orang-orang disekitarku karena ku hanyalah manusia biasa yang penuh dengan dosa dan salah. Akupun juga seperti yang lain yang menginginkan ada seseorang yang selalu ada untuk menemani dan membantuku dalam setiap keadaan, tak bisa dipungkiri bahwa ku menginginkan dan mendambakan seseorang yang dapat saling menjaga dan menuntun dalam jalan yang lurus yaitu jalan yang Allah Swt ridhoi. Aku selalu mencoba dan berikhtiar untuk mendapatkan apa yang ku inginkan, namun mungkin Allah belum berkenan dan sedang memberikan aku sebuah jalan dimana nantinya dijalan itu ku akan mendapatkan yang terbaik darinya, walaupun dalam jalan itu semua orang selalu saja pergi. Namun ku yakin dan percaya bahwa Allah Swt telah mempersiapkan seseorang yang terbaik untuk ku. Dalam perjalanan itu aku menemukan seseorang wanita yang begitu sholehah yang dalam perkataannya yang terucap tak lain tak bukan adalah sholawat, dan tingkah laku perbuatannya sesuai dengan Al-Qur'an. "Subhanallah" ku hanya bisa mengatakan itu dalam hati saat ku sedang bersamanya, meskipun entah bagaimana ku mengatakan padanya kalau ku sangat kagum dengan dirinya. Hari berganti hari minggu berganti minggu dan bulanpun berganti bulan,kini ku telah kenal dengannya dan mungkin bisa dikatakan dekat dengannya. Namun apakah ku pantas berada selalu disamping perempuan yang begitu sholehah terjaga tutur kata dan perbuatan-perbuatannya yang tidak baik ?. Duhai ukhti aku bukanlah seorang ustad atau ahli agama yang paham betul tentang agama, akau hanyalah manusia yang sangat bodoh yang selalu saja melakukan perbutan dosa dan akupun telah lumuri diri ini dengan dosa-dosa yang telah kuperbuat selama ini. Tak pantas rasanya jika aku mendampingi dalam setiap langkahmu karena ku begitu hina, maafkanlah aku duhai ukhti. Aku memang ingin kembali kepada-Nya dan aku pun sedang dalam proses memperbaiki diri, dan aku merasa tak pantas kau bersanding dengan seorang pendosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar