Imam Ahmad bin Hambal adalah seorang yang ahli hadis termasyhur di zamannya. Beliau juuga ahli fikih yang terkenal di saentro penjuru Irak. Ia adlah murid Imam Syafii yang mewarisi semangat mencari ilmu dan memburu hadis di seluruh penjuru dunia islam.
Suatu ketika ia mendengar, ada orang tua di tanah Khurasan yang memiliki sebuah hadis yang sampai sanadnya kepada Nabi Muhammad Saw. Maka ia pun menyiapkan bekal untuk pergi mencari orang tua itu. Dengan mengendarai onta berangkatlah Imam Ahmad ke Khurasan. Ia berjalan dari Baghdad menempuhjarak beratus-ratus kilo. Siang tersengatpanasnya mentari dan malam dicekam dinginnya angin padang pasir.
Di tengah perjalanan, bekal Imam Ahmad habis. Sudah dua hari beliau tidak makan. Akhirnya ia mengarahkan untanya ke kota terdekat. Disan beliau ingin minta bekal ke Baitu Mal, tap beliau malu keapda Allah swt. Beliau malu meminta kepada selain Allah Swt. Beliau malu masih memiliki dua tangan an kaki tapi meminta kepada seorang manusia. Akhirnya Imam Ahmad bekerja sebagai kuli di pasar. Meski tubuhnya sudah lemah tapi beliau berusaha keras untuk bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sore harinya, beliau menerima upah yang bisa beliau gunakan untuk makan. Pagi harinya beliau bekerja lagi dengan lebih giat. Dan mendapat upah dua kali lebih banyak dari hari pertama. Beliau bekerja dua minggu di pasar itu untuk mengumpulkan bekal guna melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnya ketika telah dirasa cukup, beliau kembali melanjutkan perjalanan untuk mengumpilkan hadis nabi yang tersebar dimana-mana.
Setelah hampir satu bulan melakukan pengembaraan yang melelahkan. Akhirnya Imam Ahmad sampai di Khurasan dan bisa menemui orang tua itu. Saat itu orang tua yang ahli hadis itu sedang memberi makan pada seekor anjing. Imam Ahmad bin Hamdal memberi salam, "Assalamu'alaikum, Syaikh."
"Wa'alaikumussalam"
Setelah menjawab salam dan melihat wajah Imam Ahmad sekilas, orang tua itu kembali memberi makan anjing. Dia tidak serta merta menyambut kedatangan Imam Ahmad. Namun Imam Ahmad yang masih sangat lelah itu setia menunggu orang tua yang memberi makan anjing itu. Begitu selesai memberi makan anjing orang tua itu berkata pada Imam Ahmad, "Mungkin dalam hati kau mengatakan aku lebih memperhatikan anjing dari pada dirimu?" "Benar." jawab Imam Ahmad.
Orang tua itu berkata,
"Dengarkanlah baik-baik. Perlu kau ketahui, aku mendengar dari Abu Zinad dari Al-A'raj dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah Saw. Bersabda, "'Siapa yang memutus harapan orang yang datang kepadanya, Allah akan memutus harapannya pada hari kiamat dan tidak akan masuk surga'.
"Di kampung ini tidak ada anjing. Tiba-tiba anjing ini datang kepadaku dalam keadaan lapar. Ia mengharap padaku agar aku memberinya makan, aku tidak mau memutus harapannya hanya karena kedatanganmu. Nah, sekarang sudah jelas duduk masalahnya. Sekarang apa keperluanmu datang kepadaku"
"Hadis yang kau ucapkan itu sudah memenuhi tujuanku datang kesini." jawab Imam Ahmad.
Dan satu hadis itulah hasil perjalanan beliau yang melelahkan itu.
Di ambil dari sebuah buku yang berjudul " DI ATAS SAJADAH CINTA" yang Di karang oleh Habiburrahman El Shirazy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar