Jumat, 20 Mei 2011

Faidah Basmalah

Suatu ketika Abu Hurairah ra., salah seorang sahabat nabi terkenal, bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Setan penggoda orang kafir itu gemuk, segar, rapi dan memakai baju bagus. Sedangkan setan penggoda orang mukmin kurus, kering, kusut dan telanjang.
Setan gemuk itu bertanya kepada setan penggoda orang mukmin yang kurus, "Kenapa keadaanmu menyedihkan, kau kurus kering, kusut dan telanjang?"
Setan kurus menjawab, "Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah. Ketika hendak makan dan mminum ia membaca basmalah menyebut nama Allah, Maka aku lapar dan haus. Ketika memekai minyak ia menyebut nama Allah, maka aku tetap kusut. Dan ketika memakai baju ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang!"
Setan gemuk menyahut,
"Kalau begitu aku beruntung. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. Pada waktu makan ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. Ketika minum dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikutan minum. Ketika memakai minyak ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan. Dan ketika memakai pakaian ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya."
Begitulah, betapa agung faidah membaca basmalah. Setan tidak bisa ikut makan makanan orang yang membaca "Bismillahirrahmanirrahim!" Bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. bersabda, bahwa rumah yang dibacakan basmalah maka setan tidak akan bercokol dan bermalam di dalamnya.

Di ambil dari sebuah kisah dari buku yang berjudul " DI ATAS SAJADAH CINTA " yang dikarang oleh Habiburrahman El Shirazy

Hadis Tentang Memutus Harapan

Imam Ahmad bin Hambal adalah seorang yang ahli hadis termasyhur di zamannya. Beliau juuga ahli fikih yang terkenal di saentro penjuru Irak. Ia adlah murid Imam Syafii yang mewarisi semangat mencari ilmu dan memburu hadis di seluruh penjuru dunia islam.
Suatu ketika ia mendengar, ada orang tua di tanah Khurasan yang memiliki sebuah hadis yang sampai sanadnya kepada Nabi Muhammad Saw. Maka ia pun menyiapkan bekal untuk pergi mencari orang tua itu. Dengan mengendarai onta berangkatlah Imam Ahmad ke Khurasan. Ia berjalan dari Baghdad menempuhjarak beratus-ratus kilo. Siang tersengatpanasnya mentari dan malam dicekam dinginnya angin padang pasir.
Di tengah perjalanan, bekal Imam Ahmad habis. Sudah dua hari beliau tidak makan. Akhirnya ia mengarahkan untanya ke kota terdekat. Disan beliau ingin minta bekal ke Baitu Mal, tap beliau malu keapda Allah swt. Beliau malu meminta kepada selain Allah Swt. Beliau malu masih memiliki dua tangan an kaki tapi meminta kepada seorang manusia. Akhirnya Imam Ahmad bekerja sebagai kuli di pasar. Meski tubuhnya sudah lemah tapi beliau berusaha keras untuk bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sore harinya, beliau menerima upah yang bisa beliau gunakan untuk makan. Pagi harinya beliau bekerja lagi dengan lebih giat. Dan mendapat upah dua kali lebih banyak dari hari pertama. Beliau bekerja dua minggu di pasar itu untuk mengumpulkan bekal guna melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnya ketika telah dirasa cukup, beliau kembali melanjutkan perjalanan untuk mengumpilkan hadis nabi yang tersebar dimana-mana.
Setelah hampir satu bulan melakukan pengembaraan yang melelahkan. Akhirnya Imam Ahmad sampai di Khurasan dan bisa menemui orang tua itu. Saat itu orang tua yang ahli hadis itu sedang memberi makan pada seekor anjing. Imam Ahmad bin Hamdal memberi salam,
"Assalamu'alaikum, Syaikh."
"Wa'alaikumussalam"
Setelah menjawab salam dan melihat wajah Imam Ahmad sekilas, orang tua itu kembali memberi makan anjing. Dia tidak serta merta menyambut kedatangan Imam Ahmad. Namun Imam Ahmad yang masih sangat lelah itu setia menunggu orang tua yang memberi makan anjing itu. Begitu selesai memberi makan anjing orang tua itu berkata pada Imam Ahmad, "Mungkin dalam hati kau mengatakan aku lebih memperhatikan anjing dari pada dirimu?" "Benar." jawab Imam Ahmad.
Orang tua itu berkata,
"Dengarkanlah baik-baik. Perlu kau ketahui, aku mendengar dari Abu Zinad dari Al-A'raj dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah Saw. Bersabda, "'Siapa yang memutus harapan orang yang datang kepadanya, Allah akan memutus harapannya pada hari kiamat dan tidak akan masuk surga'.
"Di kampung ini tidak ada anjing. Tiba-tiba anjing ini datang kepadaku dalam keadaan lapar. Ia mengharap padaku agar aku memberinya makan, aku tidak mau memutus harapannya hanya karena kedatanganmu. Nah, sekarang sudah jelas duduk masalahnya. Sekarang apa keperluanmu datang kepadaku"
"Hadis yang kau ucapkan itu sudah memenuhi tujuanku datang kesini." jawab Imam Ahmad.
Dan satu hadis itulah hasil perjalanan beliau yang melelahkan itu.


Di ambil dari sebuah buku yang berjudul " DI ATAS SAJADAH CINTA" yang Di karang oleh Habiburrahman El Shirazy

Cintaku

Puisi seorang penyair Palestina yang memimpikan hidup bahagia dengan pendamping setia dan lepas dari belenggu derita,
Sambil menatap ke kaki langit
Kubilang padanya
Di sana, di atas lautan pasir kita akan berbaring
Dan tidur nyenyak sampai subuh tiba
Bukan karena ketiadaan kata-kata
Tetapi karena kupu-kupu kelelahan
Akan tidur diatas bibir kita
Besok, oh cintaku, besok
Kita akan bangun pagi sekali
dengan para pelaut dan perahu layar mereka
Dan kita akan terbang bersama angin
seperti burung-burung

Diambil dari sebuah buku yang berjudul "DI ATAS SAJADAH CINTA" yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy

YOUR GUARDIAN ANGEL

When I see your smile
Tears run down my face
I can't replace
And now that I'm stronger
I have figured out
How this world turns cold
and it breaks through my soul
And I know I'll find
deep inside me
I can be the one

I will never let you fall
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven

It's okay. It's okay. It's okay.
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I'll be the one

I will never let you fall
I'll stand up with you forever
I'll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven

Cuz you're, my true love, my whole heart
Please don't throw that away
Cuz I'm here for you
Please don't walk away and
Please tell me you'll stay

Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I'll be okay
Though my skies are turning gray

lyric of : The Red Jumpsuit Apparatus

Sabtu, 14 Mei 2011

UNREAL CONDITIONS

254. WRITING CONDITIONAL SENTENCES

1. If you had taken my advice, you will succeed
2. I would have had less trouble if, you want to help me
3. If anyone had asked me about it, I will answer it
4. Our dog Saki would have barked if, you tried to disturb
5. If I had been in your place, I would feel happy
6. Bill wouldn’t have said anything if, he did not know what they mean
7. If you had followed my instructions, would not be wrong
8. You wouldn’t have lost your money if, you are not careless.
9. If John had taken better care of his car, his car would be fine.
10. We couldn’t have gone n our trip if, no vehicle to get there.
11. If you ha only left your house earlier, you must lock all the doors of your house.
12. It would have been much better if, you can keep your emotions.
13. If my watch hadn’t been five minutes slow, I’m not going to be late.
14. Things would have been different if, we differentiate it.
15. If I had been bom a century ago, I would not be here now.

UNREAL CONDITIONS

253. UNREAL CONDITIONS: PAST

1. If George had had the money, he would have lent it to me.
2. I would have spoken to Frank if I had seen him yesterday.
3. If the weather had were better, we would have left Friday morning.
4. Alice would have told you the truth if you had asked her about it.
5. If you had studied a little harder, you would have passed the test.
6. I could have lent you some money if I had spend, not everything.
7. If there had were any complains, we would have heard about them.
8. We would have gone with Fred last Friday if me had invited us.
9. If you had asked, only me, I could easily have given you the answer.
10. Bill would have taken more photographs if he had has more film.
11. If Tom had were here yesterday, he would have been able to advise us.
12. We would have bought that house if the price had were a little lower.
13. If they had needed any help with the work, they would have called us.

UNREAL CONDITIONS

255. USING THE WORD UNLESS IN CONDITIONS

1. Unless you leave immediately, I will call a policeman.
2. Fred wouldn’t do that unless he had your permission.
3. I won’t bother to call you unless I hear from Mr. Brown.
4. Unless you agreed with him, Charles wouldn’t even suggest it.
5. We can write to Mr. Suzuki unless he sends us his address.
6. Unless you study herder, you’re going to fail the examination.
7. I wouldn’t have believed it unless I seen it with my own eyes.
8. Unless she start the letter how, she will have to do it tomorrow.
9. The lawyer wouldn’t say that unless he had strong evidence.
10. Unless you invested your money wisely, you will lose all of it.
11. I won’t say anything unless smith bring up the metter himself.
12. Unless more guests come. There will be enough food for everyone.
13. Our dog wouldn’t have barked unless he heard a strange noise.

Selasa, 10 Mei 2011

CONDITIONAL SENTENCE

Conditional Sentences merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan pengandaian suatu peristiwa yang belum terjadi atau bahkan tidak mungkin terjadi. Kalimat pengandaian ini memiliki beberapa bentuk yang mewakili beragam bentuk waktu, dengan kata lain, bentuk kalimat pengandaian ini akan tergantung pada bentuk waktu peristiwa yang diandaikan.Berikut adalah macam-macam atau type dari conditional sentence :
1. Conditional sentences type 1 : true in the present or future yang bertujuan untuk menyatakan suatu keinginan, harapan, ataupun rencana.

RUMUS : IF + S + Present Tense, S + Future Tense
Contoh :
If I have a lot of money, I will buy a new handphone
Faktanya:
I do not have enough money so i could not buy a new handphone
(saya tidak mempunyai cukup uang sehingga tidak bisa membeli handphone baru)

2. Conditional sentences type 2 : untrue in the present time yang bertujuan untuk menyatakan suatu keinginan, harapan ataupun rencana yang tak terpenuhi / angan-angan ( unreal) or when we imagine a situation.

RUMUS : If + S + Past Tense, S + Past Future
Contoh :
If I passed the exam, I would continue to university
Faktanya:
I do not pass the exam now.
(Saya tidak lulus ujian sekarang jadi saya tidak melanjutkan ke universitas).

3. Conditional sentences type 3 : untrue in the past time yang bertujuan untuk menyatakan penyesalan (regret) tentang suatu hal, atau persoalan yang terlanjur terjadi di masa lalu.

RUMUS : If + s + Past Perfect, S + Future Past Perfect
Contoh :
If Budi had studied hard, he would have passed the exam.
Faktanya :
Budi didn’t study hard, so he didn’t pass the exam
(Budi tidak belajar dengan keras, sehingga dia tidak lulus ujian)

Senin, 09 Mei 2011

UNREAL CONDITIONS

251. UNREAL CONDITIONS: PRESENT AND FUTURE

1. If I had the they off tomorrow, I would go o the beach
2. If I had a million dollars right now, I would retire.
3. If I were the mayor of this city, I would change certain things.
4. If that man worked harder, he could earn more money.
5. I would gladly tell you the answer, if I only known it myself.
6. If don’t and I had enough money, we would buy a house.
7. If he weather were better right now, we could go for a walk.
8. That student would get much higher marks, if he studied herder.
9. If Mr. Smith called me, I would explain everything to him.
10. Mr. moore would give up teaching if he enjoyed, not it so much.
11. If I were in your place, I would accept Mr. Anderson’s offer.
12. People would understand you better if you spoken more carefully.