Subject - Verb agreement dan Verb as Complements
Subject – Verb Agreement
Choose the correct form of the verb in the following sentence
1. Neither Bill Nor marry (IS/are) going to the play tonight.
2. Anything (IS/are) better than going to another movie tonight.
3. Skating (IS/are) becoming more popular everyday.
4. A number Of reporters (was/WERE) at the conference yesterday.
5. Every body who (has/HAVE) a fever must go home immediately.
6. Your glasses (was/WERE) on the bureau last night.
7. There (WAS/were) some people at the meeting last night.
8. The committee (has/HAVE) already reached a decision.
9. A pair of jeans (WAS/were) in the washing machine this morning.
10. Each student (has/HAVE) answered the first three questions.
11. Either john or his wife (make/MAKES) breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything (WAS/were) in order.
13. The crowd at the basketball game (WAS/were) wild with excitement.
14. A pack of wild dogs (has/HAVE) frighatened all the ducks away.
15. The Jury (is/ARE) trying to reach a decision.
16. The army (has/HAVE) eleminated this sections of the training test.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter (IS/are) appalling.
18. There (HAS/have) been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher (has/HAVE) to take this examination.
20. Neither jill nor her parents (has/HAVE) seen this movie before.
VERB as Complements
Choose the correct form of the verb in parentheses in the following sentence
1. The teacher decided (accepting/TO ACCEPT) the paper.
2. They approciate (to have/HAVING) this information.
3. His father doesn’t approve of his (GOING/to go) to europa.
4. We found it very difficult (REACHING/to reach) a decision.
5. Donna is interested in (to open/OPENING) a bar.
6. George has no intention of (TO LEAVE/leaving) the city now.
7. We are eager (TO RETURN/returning) to school in the fall.
8. You would be better Off (TO BUY/buying) this car.
9. She refused (to accept/ACCEPTING) the gift
10. Marry regrets (TO BE/being) the one to have to tell him.
11. George pretented (to be/BEING) sick yesterday.
12. Carlos hopes (to finish/FINISHING) his thesis this years.
13. They a greed (TO LEAVE/leaving) early.
14. Helen was anxious (to tell/TELLING) her family aboiut her promotion.
15. We are not ready (TO STOP/stopping) this research at this time.
16. Henry shouldn’t risk (TO DRIVE/driving) so fast.
17. He demands (TO KNOW/knowing) whats is going on.
18. She is looking forward to (RETURN/returning) to her country.
19. There is no excuse for (to leave/LEAVING) the room in this condition.
20. Gerald returned to his home after (to leave/LEAVING) the game
Senin, 21 Maret 2011
Jumat, 11 Maret 2011
Senyum itu Indah
Banyak orang diluar sana yang saking sibuknya atau saking capeknya membuat orang terlihat dan tampak seperti dikejar-kejar oleh rentenir dan rata-rata orang yang seperti ini memiliki pemikiran yang pendek, yang penting sampai tujuan atau semacamnya dengan melakukan berbagai macam cara yang mungkin bisa dikatakan tidak baik dia melakukan cara tersebut.
Orang seperti itu biasanya juga sangat panik dan tergesa-gesa yang tak jarang juga justru melakukan tindakan-tindakan yang konyol yang bisa memalukan dirinya sendiri, namun pada kenyataannya banyak kita jumpai orang-orang seperti itu mulai dari rumah kita sendiri, tempat kita kuliah, dan lain sebagainya. Mungkin juga hal ini terjadi karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaannya dan susah untuk diubah.
Sebenarnya hal tersebu diatas dapat kita hilangkan dengan cara yang sangat simple bahkan anak bayi ataupun lansia yang sudah sangat tuapun dapat melakukan hal seperti ini, caranya hanya satu yaitu "tersenyum"
dengan tersenyum pikiran kita tak akan buntu dan dapat berfikir lebih baik lagi walaupun kita sedang merasakan sangat bingung atau sangat terburu-buru. Coba anda lihat disekeliling anda dan anda perhatikan orang yang wajahnya selalu tersenyum, pasti rata-rata orang seperti itu tidak mudah membuat suatu keputusan dengan gegabah bagaimanapun keadaan yang sedang dia hadapi, dia lakukan semuanya itu dengan tenang dan penuh dengan perhitungan, dan kebanyakan orang yang selalu tersenyum ini akan memiliki sifat yang sabar dan banyak orang yang ingin dekat dengannya dalam kutip untuk memberikan saran atau masukan kepada teman-temannya.
Selain itu juga masih banyak lagi manfaat dari tersenyum yang bisa kita dapatkan salah satu dintaranya adalah dapat membuat orang disekitarnya dan orang yang melihatnya merasa nyaman dan senang karena senyuman itu. Dengan senyuman hidup ini akan terasa lebih indah dan berwarna, dilihat oleh orang lain pun enak atau adem tidak ada perasaan yang negatif, lain halnya dengan orang yang mukanya selalu jutek atau terlihat bosan atau jaman sekarang biasa disebut denagn bete, orang seperti ini biasanya hanya memikirkan diri sendiri tak mau tahu apa yang sedang terjadi atau dialami oleh orang-orang disekitarnya. Dilihatnya pun tampak tak enak dengan orang yang mukanya selalu ditutupi dengan muka kusam, bete, dan marah
Bahkan tak jarang orang yang tadinya ingin mengajak dia ngobrol atau berkenalan dengan dirinya mengurungkan niatnya tersebut karena melihat ekspresi wajahnya yang seperti itu.
Sungguh hanya dengan tersenyum dapat membuat hidup kita ini menjadi indah, berwarna, bahagia, dan tenang. Namun hal ini semua tak lepas penting dari satu sifat lagi yang sangat sangat mendukung indahnya dunia ini, sifat itu adalah "ikhlas". Dengan ikhlas dan sebuah senyuman kita tak akan pernah berfikir dunia itu kejam, dunia itu tak seperti yang kita bayangkan. Justru kita akan berfikir dunia itu indah dan sangat penuh dengan keberkahan dari dang maha Kuasa . (insya allah)
Orang seperti itu biasanya juga sangat panik dan tergesa-gesa yang tak jarang juga justru melakukan tindakan-tindakan yang konyol yang bisa memalukan dirinya sendiri, namun pada kenyataannya banyak kita jumpai orang-orang seperti itu mulai dari rumah kita sendiri, tempat kita kuliah, dan lain sebagainya. Mungkin juga hal ini terjadi karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaannya dan susah untuk diubah.
Sebenarnya hal tersebu diatas dapat kita hilangkan dengan cara yang sangat simple bahkan anak bayi ataupun lansia yang sudah sangat tuapun dapat melakukan hal seperti ini, caranya hanya satu yaitu "tersenyum"
dengan tersenyum pikiran kita tak akan buntu dan dapat berfikir lebih baik lagi walaupun kita sedang merasakan sangat bingung atau sangat terburu-buru. Coba anda lihat disekeliling anda dan anda perhatikan orang yang wajahnya selalu tersenyum, pasti rata-rata orang seperti itu tidak mudah membuat suatu keputusan dengan gegabah bagaimanapun keadaan yang sedang dia hadapi, dia lakukan semuanya itu dengan tenang dan penuh dengan perhitungan, dan kebanyakan orang yang selalu tersenyum ini akan memiliki sifat yang sabar dan banyak orang yang ingin dekat dengannya dalam kutip untuk memberikan saran atau masukan kepada teman-temannya.
Selain itu juga masih banyak lagi manfaat dari tersenyum yang bisa kita dapatkan salah satu dintaranya adalah dapat membuat orang disekitarnya dan orang yang melihatnya merasa nyaman dan senang karena senyuman itu. Dengan senyuman hidup ini akan terasa lebih indah dan berwarna, dilihat oleh orang lain pun enak atau adem tidak ada perasaan yang negatif, lain halnya dengan orang yang mukanya selalu jutek atau terlihat bosan atau jaman sekarang biasa disebut denagn bete, orang seperti ini biasanya hanya memikirkan diri sendiri tak mau tahu apa yang sedang terjadi atau dialami oleh orang-orang disekitarnya. Dilihatnya pun tampak tak enak dengan orang yang mukanya selalu ditutupi dengan muka kusam, bete, dan marah
Bahkan tak jarang orang yang tadinya ingin mengajak dia ngobrol atau berkenalan dengan dirinya mengurungkan niatnya tersebut karena melihat ekspresi wajahnya yang seperti itu.
Sungguh hanya dengan tersenyum dapat membuat hidup kita ini menjadi indah, berwarna, bahagia, dan tenang. Namun hal ini semua tak lepas penting dari satu sifat lagi yang sangat sangat mendukung indahnya dunia ini, sifat itu adalah "ikhlas". Dengan ikhlas dan sebuah senyuman kita tak akan pernah berfikir dunia itu kejam, dunia itu tak seperti yang kita bayangkan. Justru kita akan berfikir dunia itu indah dan sangat penuh dengan keberkahan dari dang maha Kuasa . (insya allah)
Langganan:
Komentar (Atom)